Sabtu, 24 Juli 2010

Penjaringan Calon PDIP Dinilai Tak Transparan

Proses penjaringan bakal calon wali kota (cawali) dan wakil wali kota (cawali) di tubuh PDIP Kota Yogyakarta mendapat sorotan sejumlah kader partai.

Kader yang tergabung dalam ‘Eksponen 96’ itu menengarai adanya upaya struktural partai menggiring pada satu nama calon tertentu. Penggiringan pada satu nama calon tertentu terindikasi dari tidak transparannya proses penjaringan bakal cawali dan cawawali Kota Yogyakarta. Pembukaan pendaftaran calon hingga saat ini belum disosialisasikan luas kepada masyarakat umum dan kader, tapi DPC PDIP telah berencana menggelar rapat kerja cabang khusus (rakercabsus) pada 8 Agustus mendatang.

Ketua ‘Eksponen 96’ Kota Yogyakarta Marjono mengatakan, seharusnya struktural PDIP lebih dulu melakukan konsolidasi di lingkungan internal partai dari tingkat DPC hinggaanakrantingditiap-tiapkampung. Sehingga seluruh elemen partai terlibat langsung dalam proses penjaringan bakal cawali dan cawawali Kota Yogyakarta.“Sampai saat ini saja kepengurusan baru di tingkat PAC hingga anak ranting saja belum dibentuk,”kata Marjono kepada wartawan,kemarin.

Menurutnya, ada upaya pengarahan pada satu nama calon. Rakercabsus digelar dulu baru kepengurusan PAC hingga anak ranting baru dibentuk setelahnya.“Artinya, PAC dan anak ranting mau tidak mau dipaksa menerima hasil rakercabsus,”tudingnya. Karena itu, dia meminta kepada pengurus DPC PDIP Kota Yogyakarta untuk segera mengumumkan secara terbuka hasil penjaringan yang telah dilakukan.

Terpisah,Sekretaris DPC PIDP Kota Yogyakarta Danang Darmawan saat dikonfirmasi mengatakan, sebenarnya pihaknya telah membuka pendaftaran bakal cawali dan cawawali sejak 4 Juli lalu. Bahkan telah disosialisasikan kepada masyarakat pada 22 Juli lalu. “Belum ada yang masuk namanya. Mungkin karena barus dilakukan sosialisasi,”katanya.

Ikut Kampanye, Panwas Tegur Kades

Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Bringin,Kabupaten Semarang,Kamis (22/7) mendapati seorang kepala desa ikut dalam kampanye pasangan Ambar Fathonah–Wuwuh Beno Nugroho (Ampuh) di Lapangan Bringin.

Panwascam lalu menindaklanjuti dengan melakukan pemanggilan. Setelah diklarifikasi, Kades Nyemoh, Bangun, mengelak jika disebut ikut terlibat.Ketua Panwascam Bringin Suprihatin saat dikonfirmasi membenarkan adanya keterlibatan salah satu kepala desa di Kecamatan Bringin dalam kampanye Ampuh. “Sudah kami panggil untuk diklarifikasi. Namun,kades tersebut mengaku hanya menonton kampanye untuk mendengarkan visi-misi, sekadar ikut,” ujarnya kepada Seputar Indonesia(SI) kemarin.

Kades tersebut mengaku setelah keluar dari rumah tidak sengaja ada kampanye. Selanjutnya, dia ikut menonton kampanye.Karena hanya terlibat pasif,Panwascam hanya menegur kades tersebut untuk berhati-hati ke depan agar pemilu bisa berjalan dengan tertib. “Kami panggil dengan catatan, kalau ada kampanye nanti, kita lihat lagi.Dari pengamatan kami saat kampanye Kamis, bersih dari kades, hanya ada Kades Nyemoh yang hadir,” tandasnya.

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, kepala desa dan PNS harus netral dalam pilkada. Ketua Panwaslu Waskito Aji menambahkan, pihaknya terpaksa membubarkan kampanye Ampuh di Lapangan Bringin.Ampuh dibubarkan karena mengadakan kampanye terbuka lebih dari pukul 16.00 WIB.

“Saat itu Wuwuh Beno datang agak terlambat,sekitar pukul 15.45 WIB.Tapi bisa orasi sebentar, sebelum kami koordinasi dengan tim kampanye untuk menyudahi acara,” katanya kemarin.

20 Juta Tenaga Kerja Belum Ikut Jamsostek

Sekitar20jutatenaga kerja (naker) di Indonesia belum menjadi peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).Banyaknya pekerja yang belum mendapatkan jaminan dari perusahaan tersebut di antaranya diakibatkan laporan perusahaan yang tidak sesuai dengan gaji yang dilaporkan dan jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan. Takterkecuali,jugadidalamnya perusahaan-perusahaan BUMN.

Direktur Utama PT Jamsostek Hotbonar Sinaga mengatakan,jika perusahaan tidak melaporkan jumlah pekerja dan gaji riil pekerja,maka yang dirugikan adalah karyawan. Sebab, gaji riil akan berdampak pada besar kecilnya jaminan hari tua (JHT) dan santunan kecelakaan kerja.“Dari sekitar 30 juta tenaga kerja, baru 8,5 juta tenaga kerja tetap yang ikut Jamsostek.

Lebih dari 20 juta tenaga kerja belum ikut,” katanya disela-sela penandatanganan kerjasama dengan PT Apac Inti Corpora (PT AIC) di Bawen,Kabupaten Semarang,kemarin. Direktur Utama PT AIC Benny Sutrisno mengungkapkan, mengikutsertakan pekerja di Jamsostek merupakan perintah negara.

Sementara, Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT AIC Mahmudi menyambut baik kerjasama tersebut. “Ini keberhasilan kita bersama. Karena untuk ikut Jamsostek adalah hak karyawan dan bagian dari perusahan,”jelasnya.

Pertamina Diminta Lebih Peka

Indikasi beredarnya tabung elpiji 3 kilogram (kg) di Kota Yogyakarta harus segera ditangani.Pertamina sebagai pihak yang memiliki wewenang penuh terhadap peredaran tabung elpiji diimbau segera bertindak menyelesaikan persoalan ini.

Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto yang ditemui kemarin di kompleks Balai Kota mengatakan, jika memang diindikasikan adanya peredaran tabung elpiji 3 kg palsu, dia menghendaki Disperindagkoptan Kota Yogyakarta dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) DIY agar segera melakukan operasi.“Jika benar demikian, saya minta pada Disperindagkoptan dan YLKI segera lakukan operasi dengan aparat kepolisian ke berbagai pangkalan di Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Saat ini pihaknya belum mengeluarkan atau melakukan penanganan terpadu terkait beberapa persoalan elpiji 3 kg yang disubsidi pemerintah.Seperti yang diberitakan sebelumnya,dalam sidak yang digelar Disperindagkoptan,Komisi B DPRD Kota Yogyakarta,Poltabes, dan Hiswana Migas, ditemukan tujuh tabung elpiji 3 kg palsu di dua pangkalan dan satu agen. “Mestinya penanganan ini langsung dilakukan oleh Pertamina sendiri.

Kalau sampai wali kota harus menekan Pertamina untuk melakukan sesuatu, itu berarti sudah kebangetan. Seharusnya Pertamina bisa lebih peka lagi terhadap peristiwa yang terjadi,” tandas Herry. Persoalan itu harus segera diselesaikan karena sudah menyangkut nyawa dan bisa meresahkan masyarakat. “Responsivitas menjadi suatu yang harus dilakukan. Seharusnya menjadi krisis manajemen, bukan bisnis semata,”ucapnya.

Wakil Ketua Hiswana Migas DIY Siswanto menuturkan,tabung elpiji palsu yang ditemukan saat sidak telah diserahkan pada SPBE untuk disortir ulang. Tabung-tabung yang beredar tersebut bisa memang merupakan produksi para produsen tabung elpiji yang tidak melalui prosedur sebenarnya. “Pengawasan terhadap tabung palsu memang susah.

Apalagi kami belum tahu yang seperti apa ciriciri tabung palsu yang sebenarnya, karena bukan pihak kami yang membagikannya pada masya-rakat,” paparnya. Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Marwoto Hadi membenarkan dugaan peredaran tabung elpiji 3 kg palsu di tengah masyarakat sedikit banyak tentu meresahkan.

Saat ini pihaknya masih melakukan identifikasi terhadap persoalan tersebut.“Kami sedang diskusikan persoalan ini untuk mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah hal-hal yang tidak dinginkan akibat beredarnya tabung palsu ini,”ujarnya.

Selasa, 15 Desember 2009

Obrolan Seputar Kontes

Percakapan antara Pariman dengan Daryo di warung makannya mbok Kasem. Man sekarang ini lagi ramai-ramainya kontes seo di intenet kata Daryo mengawali pembicaraan kepada Pariman sambil menghisah rokok 76nya. Iya Yo, saya sendiri juga ikutan kontes yang diselenggarakan oleh PT. Pertamina dengan keyword kerja keras adalah energi kita, kalau kamu ikut gak YO? Tanya Pariman kepada Daryo.

Ya ikut lah Man... Orang acara kontes yang saya tunggu-tunggu dari dulu, setiap ada kontes apapun kalau saya denger pasti ikut Man, belum selesai kontes yang diadakan oleh PT. Pertamina, sudah ada kontes lagi, kamu tahu gak Man? Tanya Daryo pada kariman.

Gak tahu saya Yo... Emang ada kontes seo apa lagi sih? Tanya Kariman kepada Daryo. Baru menjelang pertengahan kontes pertamina, saya mendengar informasi dari kawan-kawan ngeblog bahwa ada kontes kecik-kecilan yang diselenggarakan oleh mbah gendeng untuk menyambut hari ulang tahunnya yang ke 23 pada tanggal 21 januari 2010 nanti Man.

Hadiahnya juga lumayan ko Man, hadiahnya selain uang juaga ada yang lainnya, seperti batu akik dan buluh perindu. Dan katanya sih kalau batu akik boleh minta langsung sama mbah gendeng dengan gratis katanya.

Terus persyaratannya gimana itu Yo? Tanya Kariman kepada Daryo. Persyaratan yang wajib adalah kita harus memasang script yang teleh ditentukan oleh mbah gendeng, di blognya mbah gendeng ada kok Man. Dan untuk artikelnya bebas, terserah kita mau nulis apa, boleh masalah SBY, percintaan kita, politik, pendidikan, pokoknya artikelnya bebas Man, kata Daryo sambil minum kopi.

Kalau pendaftarannya gimana caranya YO? Tanya kariman kepada Daryo lagi. Pendaftarannya cukup dengan mendaftarkan artikel url kita di komen blognya mbah gendeng, nanti pasti ada jawaban kok Man. Dan pendaftarannya ditutup satu hari sebelum pengumuman, yaitu pada tanggal 20 januari 2010 Man, jadi kalau kamu berminat masih banyak waktu dan kesempatan untuk mendaftarkan artikel kontes blog kamu Man, siapa tahu kamu menang.

Waduh malah saya telat informasi kontesnya mbah gendeng ni, kalau gitu saya pulang dulu ya YO, mau buat artikel kontesnya mbah gendeng sekalian mau daftar ikutan kontes, iseng-iseng lah... Kali aja menang, dan tolong kopi saya dibayarin dulu ya Yo, nanti sore saya ganti, soalnya dompet saya ketinggalan di rumah, kata Kariman sambil meninggalkan Daryo dan warungnya mbok kasem.

Sumber : Gado-gado Informasi